Tampilkan postingan dengan label Pengurus IMC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengurus IMC. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2012

SERUAN AKSI

Seruan AKSI!!!
Kpd.Yth
Seluruh KB IMC


Waktu: Rabu (14/03)
Tema : Penolakan kenaikan BBM dan perbaikan jalan saketi-malingping.
Rute : perempatan malingping-DRPD lebak-pemprov. BANTEN.

Saatnya aktualisasi untuk masyarakat.....
#kt tdk sdg beropini,tp beraksi!!!

Cp.
Sohib Abdul Malik
Endayani Euy (087878487663)

Senin, 27 Februari 2012

hasil pertemuan 18/02/2012

Hasil Pertemuan 18/02/2012 :

1. penyusunan SRK/sasaran rencana kerja (pj sekretaris)
2. pe_masif_an komunikasi dan informasi imc (pj ppo)
3. supervisi internal organisasi - pelatihan organisasi (pjppo)
4. aksi solidaritas kesejahteraan guru honorerdi lebak selatan ( pj ptkp, pj aksi polkastrat)
5. pembenahan internal organisasi (pj ketum n sekum )
6. menghadiri seminar nasional PII dan kementrian BUMN (7 maret 2012 hotel permata cilegon)
 
peserta rapat :
1. Dewan pembina ( Riki Gana Soejatnae, Agus Aan Hermawan, Bopong Malingping )
2. Pengurus Pusat ( Sohib Abdul Malik, Dwi Viani, Andi Fizki, Andia Eka Pradana, Faiz El'jihad IbnuAbbas al'Khan, Shan Hasan Imc dan hanafi)
Rapat Koordinasi IMC 1 ( Taman Budaya, 18 Feb 2012)
 
 
 
 
 
 
Rapat Koordinasi IMC 2 ( Taman Budaya, 18 Feb 2012)                 
 
 
 
 
 
 

Minggu, 21 Agustus 2011

Shaleh Dituntut Mundur

Selasa, 21 Juni 2011 | 12:31 WIB

CICERI – Kepala Dinas Bina Mar­ga dan Tata Ruang (DBMTR) Pro­vinsi Banten Shaleh MT, di­tuntut mundur oleh puluhan ma­hasiswa yang tergabung dalam Per­gerakan Mahasiswa dan Pe­muda Banten (PMPB). PMPB me­rupakan gabungan dari be­berapa elemen mahasiswa yang terdiri atas Gerakan Pemuda Anti-Korupsi (Gepak), Generation Making Youth in Safety (Ge­mayasa), Justitia, PMII Komisariat un­tirta, Ikatan Mahasiswa Ci­langkahan (IMC), dan Himpunan Ma­hasiswa dan Pemuda Ci­baliung (HMPC).
GMPB menilai Pemprov gagal da­lam menuntaskan persoalan ke­rusakan jalan di wilayah Banten -terutama infrastruktur di Banten Selatan, dan meminta pertang­gung­jawaban Shaleh MT sebagai Ke­pala DBMTR atas penggunaan APBD yang peruntukannya se­bagai dana pemeliharaan dan pem­bangunan jalan di wilayah se­latan Banten. Padahal, ang­ga­ran pemeliharaan sebesar Rp 31 miliar sudah habis terserap, na­­mun kondisi jalan masih tetap ru­­sak. “Sudah tak terhitung jumlah korban yang celaka karena jalan yang ru­­sak, terhambatnya roda eko­nomi, dan terganggunya aktivitas war­ga,” kata Eman, kordinator lapangan (korlap) dalam orasi­nya, di depan pintu gerbang kantor DBMTR Provinsi Banten, di Ciceri, Serang, Senin (20/6).
Terpisah, Kepala DBMTR Shaleh MT ketika dihubungi pon­selnya, melelaui pesan singkatnya menolak mundur dari jabatannya, jika alasannya hanya karena jalan yang ru­sak.”Jalan rusak solusinya bukan mundur. Justru tantangan buat saya. Saya harus perbaiki,” tu­lis­nya.
Sekretaris DBMTR Provinsi Banten Retno Pra­wati mem­be­nar­kan sejumlah ruas jalan masih dalam kon­disi ru­sak dan akan se­gera di­perbaiki tahun ini.  (man/yes/ndu)

***
* Endayani (Ketua Umum IMC)